Panduan Publish or Perish untuk Skripsi: Tutorial Dasar, Kapan Dipakai, Kesalahan Umum, dan Biaya Bimbingan

Panduan lengkap Publish or Perish untuk skripsi: persiapan, 6 langkah dasar, kapan tepat dipakai, 3 kesalahan umum beserta solusinya, checklist, dan biaya…

Publish or Perish adalah aplikasi gratis dari Harzing untuk menarik data publikasi dan sitasi dari Google Scholar, Scopus, Crossref, dan sumber lain, lalu mengekspornya untuk analisis bibliometrik. Panduan ini merangkum semua yang biasanya ditanyakan mahasiswa tentang Publish or Perish: apa saja yang perlu disiapkan, langkah dasarnya, kapan Publish or Perish tepat dipakai untuk skripsi, kesalahan yang sering terjadi, checklist sebelum bimbingan, sampai biaya bila Anda ingin didampingi.

Apa itu Publish or Perish dan untuk apa dipakai di skripsi

Publish or Perish adalah aplikasi gratis dari Harzing untuk menarik data publikasi dan sitasi dari Google Scholar, Scopus, Crossref, dan sumber lain, lalu mengekspornya untuk analisis bibliometrik. Dalam konteks tugas akhir, Publish or Perish paling sering dipakai untuk hal-hal berikut.

Pengumpulan data bibliometrik

Menarik ratusan artikel Google Scholar dalam satu pencarian.

Metrik penulis atau topik

Menghitung h-index dan sitasi per tahun.

Bahan SLR

Menyusun daftar awal artikel sebelum penyaringan.

Apa yang perlu disiapkan sebelum membuka Publish or Perish

Persiapan yang rapi membuat pekerjaan di Publish or Perish jauh lebih cepat dan mengurangi revisi. Pastikan hal-hal berikut sudah siap.

Langkah dasar memakai Publish or Perish

Urutan berikut adalah alur kerja yang paling aman untuk pemula. Kerjakan berurutan dan simpan pekerjaan Anda di setiap tahap.

  1. Buka aplikasi lalu pilih sumber data, misalnya Google Scholar.
  2. Isi kata kunci pada kolom Keywords dan rentang tahun.
  3. Klik Search dan tunggu daftar publikasi beserta jumlah sitasi.
  4. Periksa dan hapus hasil yang tidak relevan.
  5. Catat metrik ringkas: jumlah artikel, sitasi, h-index.
  6. Ekspor ke RIS atau CSV untuk VOSviewer atau Excel.

Hasil yang perlu Anda baca dan catat

Hasil yang paling sering dibutuhkan dari Publish or Perish adalah daftar publikasi dengan jumlah sitasi, h-index, g-index, dan berkas ekspor RIS atau CSV. Catat nilai-nilai tersebut beserta pengaturan yang Anda pakai agar mudah dijelaskan saat bimbingan atau sidang.

Cara mencantumkannya di skripsi: Tulis sumber, kata kunci, tanggal pencarian, dan jumlah hasil di Bab III; metrik ringkas disajikan dalam tabel di Bab IV.

Kapan Publish or Perish tepat dipakai, dan kapan sebaiknya memakai software lain

Bila kampus mewajibkan data Scopus, ekspor langsung dari Scopus lebih lengkap; Publish or Perish unggul untuk Google Scholar yang tidak punya fitur ekspor. Keputusan memilih software sebaiknya mengikuti rumusan masalah dan jenis data Anda, bukan sekadar kebiasaan di kampus. Kalau ragu, bandingkan dulu kebutuhan analisis Anda dengan kemampuan tiap software di daftar software dan harga.

3 kesalahan umum di Publish or Perish dan cara mengatasinya

Banyak kendala di Publish or Perish berulang dari satu mahasiswa ke mahasiswa lain. Mengenalinya lebih awal menghemat waktu dan mengurangi revisi.

MasalahCara mengatasi
Google Scholar memblokir sementaraKurangi frekuensi pencarian dan tunggu beberapa menit.
Hasil berisi duplikatBersihkan di Excel sebelum dipakai.
Tahun kosong pada sebagian dataIsi manual dari sumber asli atau buang bila tidak relevan.

Tips supaya pekerjaan lebih lancar

Checklist sebelum menyerahkan ke pembimbing

Gunakan daftar ini sebagai pengecekan terakhir sebelum bimbingan atau sebelum meminta pendampingan.

Bimbingan Publish or Perish via Zoom: alur, biaya, dan hasil yang didapat

Kalau Anda sudah mengikuti langkah di atas tetapi hasilnya belum sesuai, atau waktu Anda terbatas, pendampingan singkat biasanya lebih hemat daripada mencoba sendiri berulang kali. Layanan ini cocok untuk mahasiswa S1, S2, dan S3 yang memakai Publish or Perish untuk skripsi, tesis, atau tugas kuliah, sudah punya bahan penelitian, dan ingin paham prosesnya, bukan sekadar menerima hasil.

  1. Konsultasi gratis lewat WhatsApp: ceritakan kebutuhan, tenggat, dan pedoman kampus.
  2. Estimasi waktu dan biaya diberikan sebelum pekerjaan dimulai, tanpa komitmen.
  3. Sesi pendampingan lewat Zoom: Anda menjalankan software, saya memandu langkahnya.
  4. Serah hasil dan revisi sesuai kesepakatan.

Biaya: Bimbingan Publish or Perish via Zoom mulai Rp35.000 per sesi Zoom. Angka pasti bergantung pada durasi dan kerumitan kasus, dan selalu disampaikan di awal. Daftar harga semua layanan ada di halaman biaya, contoh hasil pengerjaan ada di portofolio.

Prinsip kerja: Skriptas membantu proses teknis, bukan menggantikan penulis. Isi, gagasan, dan hasil analisis tetap karya Anda, dan berkas Anda hanya dipakai untuk pengerjaan yang diminta.

Baca juga

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa yang perlu disiapkan sebelum memakai Publish or Perish?

Kata kunci atau nama penulis yang akan dicari; Publish or Perish terpasang (gratis); Rentang tahun pencarian.

Kapan Publish or Perish kurang cocok dan apa alternatifnya?

Bila kampus mewajibkan data Scopus, ekspor langsung dari Scopus lebih lengkap; Publish or Perish unggul untuk Google Scholar yang tidak punya fitur ekspor.

Bagaimana mencantumkan hasil Publish or Perish di skripsi?

Tulis sumber, kata kunci, tanggal pencarian, dan jumlah hasil di Bab III; metrik ringkas disajikan dalam tabel di Bab IV.

Apakah Skriptas mengerjakan analisis saya atau saya yang mengerjakan sendiri?

Pada sesi bimbingan, Anda yang mengoperasikan Publish or Perish di layar sendiri sambil saya memandu langkah, memeriksa asumsi, dan menjelaskan cara membaca hasil. Dengan begitu Anda bisa menjelaskannya sendiri saat bimbingan dan sidang.

Berapa biaya bimbingan Publish or Perish via Zoom di Skriptas?

Bimbingan Publish or Perish via Zoom mulai Rp35.000 per sesi Zoom. Estimasi pasti diberikan setelah konsultasi gratis lewat WhatsApp, sebelum pekerjaan dimulai.

Berapa lama prosesnya?

Satu sesi Zoom menyesuaikan kerumitan kasus dan disepakati di awal. Kasus sederhana biasanya selesai dalam satu sesi, kasus berlapis bisa memerlukan beberapa sesi.