Tutorial Jurnal Ilmiah 7: Cara Menulis Pendahuluan Jurnal

Tutorial jurnal ilmiah bagian 7 dari 18: pendahuluan jurnal. Langkah, contoh, kesalahan umum, dan pertanyaan yang sering diajukan penulis pemula.

Pendahuluan jurnal lebih ringkas daripada latar belakang skripsi dan harus cepat sampai pada celah penelitian.

Langkah-langkahnya

  1. Paragraf 1: konteks dan pentingnya topik, dengan data.
  2. Paragraf 2: temuan penelitian terdahulu (state of the art).
  3. Paragraf 3: celah atau inkonsistensi hasil sebelumnya.
  4. Paragraf 4: tujuan dan novelty penelitian ini.
  5. Akhiri dengan hipotesis atau pertanyaan penelitian bila ada.
  6. Batasi 600 sampai 900 kata.

Contoh

Kalimat celah: "Namun, belum ada studi yang menguji peran mediasi kepuasan pada konteks marketplace di Indonesia."

Kesalahan yang sering terjadi

Seri tutorial jurnal ilmiah

Ini bagian 7 dari 18 seri tutorial membuat jurnal ilmiah secara bertahap, mulai dari memilih topik sampai menghadapi revisi reviewer. Lihat semua seri di halaman artikel. Pedoman tiap jurnal berbeda, jadi cocokkan selalu dengan Author Guidelines jurnal tujuan Anda.

Butuh bantuan?

Skriptas membantu merapikan naskah ke template jurnal, proofreading, sitasi, cek Turnitin, dan olah data lewat Zoom. Lihat daftar biaya dan contoh hasil di portofolio. Isi penelitian dan keputusan tetap milik Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa sitasi di pendahuluan?

Umumnya 10 sampai 20 sumber, terutama jurnal 5 tahun terakhir.

Perlu tinjauan pustaka terpisah?

Tergantung jurnal. Banyak jurnal menggabungkannya ke pendahuluan.

Apakah Skriptas bisa membantu pendahuluan jurnal?

Bisa. Skriptas membantu merapikan format sesuai template jurnal, proofreading, sitasi, cek Turnitin, dan olah data. Isi penelitian tetap karya Anda. Konsultasi awal gratis lewat WhatsApp.