Identifikasi Masalah dalam Skripsi: Panduan Bab I
Cara menulis identifikasi masalah pada skripsi: langkah, contoh, kesalahan yang sering muncul, dan pertanyaan umum yang sering diajukan mahasiswa.
Identifikasi masalah adalah daftar persoalan yang Anda temukan di objek penelitian, sebelum dipilih satu yang akan diteliti.
Langkah menulisnya
- Tuliskan semua persoalan yang tampak dari latar belakang, dalam bentuk kalimat pernyataan.
- Cek tiap poin: apakah didukung fakta atau data?
- Susun dari yang paling umum ke paling spesifik.
- Tandai poin yang akan Anda teliti dan poin yang tidak (nanti masuk batasan masalah).
- Pastikan setiap poin yang diteliti nanti bisa dijawab oleh rumusan masalah.
Contoh
Contoh: (1) Kehadiran siswa menurun; (2) Hasil belajar matematika rendah; (3) Metode ceramah masih dominan; (4) Media pembelajaran terbatas.
Kesalahan yang sering terjadi
- Ditulis dalam bentuk pertanyaan (itu tempatnya rumusan masalah).
- Poin tidak berkaitan dengan judul.
- Terlalu banyak poin tanpa batasan.
Posisinya dalam skripsi
Bagian ini berada di Bab I. Susunan dan istilah dapat berbeda antarkampus, jadi cocokkan selalu dengan buku pedoman fakultas dan arahan dosen pembimbing. Lihat juga artikel lain tentang struktur skripsi.
Butuh bantuan?
Skriptas membantu merapikan format dan penomoran, proofreading, sitasi, olah data lewat Zoom, dan desain PPT sidang. Lihat daftar biaya dan contoh hasil di portofolio. Isi penelitian dan keputusan tetap milik Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah identifikasi masalah wajib ada?
Tergantung pedoman kampus. Sebagian kampus menggabungkannya dengan latar belakang atau rumusan masalah.
Bedanya identifikasi dan rumusan masalah?
Identifikasi berupa pernyataan persoalan, rumusan berupa pertanyaan penelitian yang akan dijawab.
Apakah Skriptas bisa membantu identifikasi masalah?
Bisa. Skriptas membantu merapikan format, proofreading, sitasi, olah data, dan desain PPT sidang. Isi penelitian tetap karya Anda. Konsultasi awal gratis lewat WhatsApp.