Cara Menulis Rumusan Masalah: Panduan Bab I

Cara menulis rumusan masalah pada skripsi: langkah, contoh, kesalahan yang sering muncul, dan pertanyaan umum yang sering diajukan mahasiswa.

Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang akan dijawab oleh skripsi Anda. Bentuknya harus selaras dengan judul, tujuan, hipotesis, dan analisis.

Langkah menulisnya

  1. Ambil poin masalah yang akan diteliti dari identifikasi masalah.
  2. Ubah menjadi kalimat tanya yang spesifik dan dapat dijawab dengan data.
  3. Untuk kuantitatif, gunakan kata "pengaruh", "hubungan", atau "perbedaan" sesuai desain.
  4. Untuk kualitatif, gunakan "bagaimana" dan "mengapa".
  5. Batasi jumlahnya (biasanya 2 sampai 4 pertanyaan).
  6. Cek kesesuaian satu per satu dengan tujuan penelitian dan teknik analisis.

Contoh

Kuantitatif: "Apakah kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan?" Kualitatif: "Bagaimana strategi guru mengelola kelas pada pembelajaran daring?"

Kesalahan yang sering terjadi

Posisinya dalam skripsi

Bagian ini berada di Bab I. Susunan dan istilah dapat berbeda antarkampus, jadi cocokkan selalu dengan buku pedoman fakultas dan arahan dosen pembimbing. Lihat juga artikel lain tentang struktur skripsi.

Butuh bantuan?

Skriptas membantu merapikan format dan penomoran, proofreading, sitasi, olah data lewat Zoom, dan desain PPT sidang. Lihat daftar biaya dan contoh hasil di portofolio. Isi penelitian dan keputusan tetap milik Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa rumusan masalah yang ideal?

Cukup 2 sampai 4. Terlalu banyak membuat skripsi melebar.

Apakah rumusan harus berbentuk pertanyaan?

Umumnya ya. Beberapa kampus membolehkan pernyataan, jadi ikuti pedoman fakultas.

Apakah Skriptas bisa membantu rumusan masalah?

Bisa. Skriptas membantu merapikan format, proofreading, sitasi, olah data, dan desain PPT sidang. Isi penelitian tetap karya Anda. Konsultasi awal gratis lewat WhatsApp.