Cara Menulis Pembahasan Hasil: Panduan Bab IV
Cara menulis pembahasan hasil penelitian pada skripsi: langkah, contoh, kesalahan yang sering muncul, dan pertanyaan umum yang sering diajukan mahasiswa.
Pembahasan menjelaskan makna hasil: mengapa hasilnya demikian dan bagaimana kaitannya dengan teori serta penelitian terdahulu.
Langkah menulisnya
- Mulai dengan menyatakan temuan utama.
- Hubungkan dengan teori di Bab II.
- Bandingkan dengan penelitian terdahulu: sama atau berbeda, dan mengapa.
- Jelaskan kemungkinan penyebab bila hasil tidak sesuai hipotesis.
- Tuliskan implikasi praktis dari temuan.
- Akhiri tiap pembahasan dengan kesimpulan singkat.
Contoh
Contoh: "Hasil ini sejalan dengan Rahma (2023) yang menemukan pengaruh positif kepuasan terhadap kinerja pada sektor ritel."
Kesalahan yang sering terjadi
- Hanya mengulang angka hasil.
- Tidak membandingkan dengan penelitian terdahulu.
- Opini tanpa dasar teori.
Posisinya dalam skripsi
Bagian ini berada di Bab IV. Susunan dan istilah dapat berbeda antarkampus, jadi cocokkan selalu dengan buku pedoman fakultas dan arahan dosen pembimbing. Lihat juga artikel lain tentang struktur skripsi.
Butuh bantuan?
Skriptas membantu merapikan format dan penomoran, proofreading, sitasi, olah data lewat Zoom, dan desain PPT sidang. Lihat daftar biaya dan contoh hasil di portofolio. Isi penelitian dan keputusan tetap milik Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa panjang pembahasan?
Cukup panjang untuk menjelaskan tiap temuan, biasanya 1 sampai 3 paragraf per rumusan masalah.
Bagaimana jika hipotesis ditolak?
Tetap bahas penyebab yang mungkin, misalnya karakter sampel atau konteks.
Apakah Skriptas bisa membantu pembahasan hasil penelitian?
Bisa. Skriptas membantu merapikan format, proofreading, sitasi, olah data, dan desain PPT sidang. Isi penelitian tetap karya Anda. Konsultasi awal gratis lewat WhatsApp.