Regresi Logistik Biner di SPSS: Langkah dan Cara Membaca Output

Regresi logistik biner untuk Y berkategori dua: langkah di SPSS, cara membaca Omnibus, Nagelkerke, Hosmer-Lemeshow, Wald, Exp(B), dan contoh kalimat Bab 4.

Regresi logistik biner adalah teknik regresi untuk variabel terikat yang hanya punya dua kemungkinan: lulus atau tidak, membeli atau tidak, sehat atau sakit, bangkrut atau tidak. Regresi linear biasa tidak cocok untuk data seperti ini karena prediksinya bisa keluar dari rentang 0 sampai 1 dan asumsinya tidak terpenuhi. Sayangnya, output regresi logistik di SPSS memuat tabel yang tidak ada di regresi linear: Omnibus Tests, -2 Log likelihood, Nagelkerke, Hosmer and Lemeshow, Classification Table, dan Exp(B).

Artikel ini menjelaskan kapan regresi logistik biner dipakai, asumsi yang perlu dicek, langkah di SPSS, cara membaca setiap tabel secara berurutan, cara mengartikan Exp(B) sebagai odds ratio, contoh kalimat Bab 4, dan perbedaannya dengan regresi logistik ordinal dan multinomial. Semua angka adalah contoh.

Kapan regresi logistik biner dipakai

Model yang dihasilkan berbentuk logit: ln(p/(1-p)) = b0 + b1 X1 + b2 X2 dan seterusnya. Nilai p/(1-p) disebut odds. Karena itulah koefisien dibaca lewat Exp(B), yaitu perubahan odds.

Asumsi regresi logistik

Berbeda dari regresi linear, regresi logistik tidak memerlukan normalitas residual, homoskedastisitas, atau hubungan linear antara X dan Y. Yang perlu dipastikan:

Langkah regresi logistik biner di SPSS

  1. Pastikan Y berkode 0 dan 1, dengan 1 untuk kategori yang ingin diprediksi. Beri Value Labels.
  2. Buka Analyze, Regression, Binary Logistic.
  3. Masukkan Y ke Dependent, semua variabel bebas ke Covariates.
  4. Bila ada variabel bebas kategorik, klik Categorical, pindahkan variabel itu, tentukan Reference Category (First atau Last) dan klik Change.
  5. Method: Enter untuk menguji semua variabel sekaligus sesuai hipotesis. Metode Forward atau Backward dipakai untuk eksplorasi, bukan pengujian hipotesis.
  6. Klik Options, centang Hosmer-Lemeshow goodness-of-fit, Casewise listing of residuals, dan CI for exp(B) 95%. Continue.
  7. Klik OK.

Cara membaca output secara berurutan

1. Case Processing Summary dan Dependent Variable Encoding

Pastikan jumlah kasus sesuai dan kode 1 memang kategori yang Anda maksud. Salah kode di sini membalik semua tafsiran Exp(B).

2. Block 0: model tanpa prediktor

Classification Table di Block 0 menunjukkan persentase ketepatan bila model hanya menebak kategori terbanyak. Ini pembanding untuk model lengkap.

3. Omnibus Tests of Model Coefficients

Baris Model: Sig. di bawah 0,05 berarti penambahan variabel bebas secara bersama-sama memperbaiki model secara signifikan. Ini padanan uji F di regresi linear.

4. Model Summary

-2 Log likelihood yang lebih kecil dari Block 0 menandakan model membaik. Cox and Snell R Square dan Nagelkerke R Square adalah pseudo R Square. Nagelkerke lebih sering dilaporkan karena rentangnya 0 sampai 1. Nilai 0,30 berarti variabel bebas menjelaskan sekitar 30% variasi. Jangan samakan tafsirannya dengan R Square regresi linear.

5. Hosmer and Lemeshow Test

Di sini logikanya terbalik dari kebiasaan: Sig. di atas 0,05 berarti tidak ada perbedaan signifikan antara prediksi model dan data, artinya model fit. Sig. di bawah 0,05 berarti model kurang fit.

6. Classification Table (Block 1)

Overall Percentage menunjukkan ketepatan klasifikasi model. Bandingkan dengan Block 0. Model yang baik menaikkan persentase ini. Perhatikan juga sensitivitas (ketepatan memprediksi Y = 1) dan spesifisitas (ketepatan memprediksi Y = 0), karena model bisa tampak akurat hanya karena menebak kategori mayoritas.

7. Variables in the Equation

Persamaan yang ditulis di skripsi: logit(p) = b0 + b1 X1 + b2 X2, dengan nilai B dari tabel ini, bukan Exp(B).

Contoh kalimat Bab 4

Angka contoh: Omnibus Sig. = 0,000; Nagelkerke = 0,412; Hosmer and Lemeshow Sig. = 0,634; Overall Percentage 78,3%; variabel Pendapatan B = 0,842, Wald = 9,215, Sig. = 0,002, Exp(B) = 2,321 (CI 1,348 sampai 3,996); variabel Usia Sig. = 0,418.

"Uji Omnibus menunjukkan model regresi logistik signifikan (chi square = 38,215; p < 0,001). Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,412 menunjukkan variabel bebas menjelaskan 41,2% variasi keputusan pembelian. Uji Hosmer and Lemeshow menghasilkan Sig. = 0,634 (> 0,05), sehingga model fit dengan data, dengan ketepatan klasifikasi 78,3%. Pendapatan berpengaruh positif signifikan (B = 0,842; Wald = 9,215; p = 0,002) dengan odds ratio 2,321, artinya setiap kenaikan satu tingkat pendapatan meningkatkan odds keputusan membeli sebesar 2,3 kali. Usia tidak berpengaruh signifikan (p = 0,418)."

Menghitung probabilitas dari persamaan logit

Penguji kadang meminta Anda menunjukkan arti praktis model, bukan hanya odds ratio. Caranya: hitung logit untuk satu profil responden, lalu ubah ke probabilitas dengan rumus p = 1 / (1 + e^(-logit)). Contoh (angka contoh): konstanta -2,10, koefisien Pendapatan 0,842, koefisien Usia 0,015. Untuk responden dengan Pendapatan = 3 dan Usia = 30, logit = -2,10 + 0,842 x 3 + 0,015 x 30 = 0,876. Maka p = 1 / (1 + e^(-0,876)) = 1 / (1 + 0,416) = 0,706. Artinya peluang responden tersebut melakukan pembelian sekitar 70,6%. Satu contoh perhitungan seperti ini di pembahasan membuat hasil terasa nyata.

Menyajikan tabel regresi logistik di skripsi

Jangan menyalin semua tabel SPSS. Susun satu tabel ringkas dengan kolom: variabel, B, S.E., Wald, Sig., Exp(B), dan 95% CI Exp(B). Di bawah tabel tulis ringkasan kecocokan model dalam satu baris: chi square Omnibus dan p, -2 Log likelihood, Nagelkerke R Square, Sig. Hosmer and Lemeshow, dan persentase klasifikasi. Dengan format ini, pembaca bisa menilai kualitas model dan pengaruh tiap variabel dalam satu tabel.

VariabelBS.E.WaldSig.Exp(B)95% CI Exp(B)
Pendapatan0,8420,2779,2150,0022,3211,348 sampai 3,996
Usia0,0150,0190,6570,4181,0150,979 sampai 1,053
Konstanta-2,1000,8126,6880,0100,122

Keterangan (angka contoh): Omnibus chi square = 38,215, p < 0,001; Nagelkerke R Square = 0,412; Hosmer and Lemeshow Sig. = 0,634; ketepatan klasifikasi 78,3%.

Regresi logistik ordinal dan multinomial

JenisVariabel terikatMenu SPSSCatatan
BinerDua kategori (0/1)Regression, Binary LogisticPaling umum di skripsi
OrdinalTiga kategori atau lebih yang berurutanRegression, OrdinalPerlu cek Test of Parallel Lines (Sig. di atas 0,05)
MultinomialTiga kategori atau lebih tanpa urutanRegression, Multinomial LogisticHasil dibandingkan dengan satu kategori referensi

Kesalahan umum

KesalahanPerbaikan
Menjalankan uji normalitas dan heteroskedastisitas lalu bingung karena gagalRegresi logistik tidak membutuhkannya. Cek multikolinearitas dan sampel
Membaca Hosmer and Lemeshow seperti uji biasaSig. di atas 0,05 justru yang diharapkan
Menafsirkan B sebagai perubahan probabilitasB adalah perubahan logit. Gunakan Exp(B) untuk odds
Kode Y terbalikPastikan 1 adalah kejadian yang diteliti
Memakai metode Stepwise untuk uji hipotesisGunakan Enter
Kategori Y sangat tidak seimbang dengan sampel kecilTerapkan aturan 10 kejadian per variabel atau kurangi prediktor

Checklist

Regresi logistik banyak dipakai di skripsi akuntansi (prediksi financial distress, opini audit), kesehatan, dan pemasaran. Bila variabel terikat Anda ternyata numerik, kembali ke regresi linear berganda beserta uji asumsi klasiknya. Bila kedua variabel kategorik dan Anda hanya ingin melihat hubungannya, uji chi square lebih sederhana.

Bila ingin didampingi, saya membuka bimbingan SPSS via Zoom Rp25.000 per sesi, juga untuk Stata dan R bila kampus Anda memakainya (Rp30.000 per sesi). Anda yang mengoperasikan, saya memandu membaca setiap tabel sampai kalimat Bab 4 selesai. Konsultasi awal gratis lewat WhatsApp.

Video tutorial terkait

Tonton langkahnya langsung di layar. Video dimuat dari YouTube hanya saat Anda menekan tombol putar.

Lihat semua video tutorial · Channel YouTube Skriptas Store

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah regresi logistik perlu uji normalitas dan heteroskedastisitas?

Tidak. Regresi logistik tidak mengasumsikan residual normal atau varians konstan. Yang tetap perlu diperiksa adalah multikolinearitas antar variabel bebas, kecukupan sampel, dan ketiadaan outlier ekstrem.

Apa arti Exp(B) di output SPSS?

Exp(B) adalah odds ratio. Nilai 2,5 berarti setiap kenaikan satu satuan X membuat odds kejadian Y = 1 menjadi 2,5 kali lipat. Nilai di bawah 1 berarti odds menurun.

Hosmer and Lemeshow signifikan, apa artinya?

Sig. di bawah 0,05 berarti model tidak fit dengan data. Yang diharapkan justru Sig. di atas 0,05. Periksa apakah ada variabel penting yang belum dimasukkan atau hubungan nonlinear.

Berapa sampel minimal regresi logistik?

Aturan praktis yang sering dikutip adalah minimal 10 kejadian pada kategori terkecil Y untuk setiap variabel bebas. Dengan 4 variabel bebas, butuh sekitar 40 kasus pada kategori yang lebih jarang.

Kapan memakai regresi logistik ordinal atau multinomial?

Ordinal bila Y bertingkat seperti rendah, sedang, tinggi. Multinomial bila Y punya tiga kategori atau lebih tanpa urutan, misalnya pilihan merek.