Uji Chi Square di SPSS: Langkah Crosstabs dan Cara Membaca Outputnya

Uji chi square di SPSS lewat Crosstabs: langkah, cara membaca Pearson Chi-Square, syarat expected count, Fisher exact, Cramer's V, dan contoh kalimat Bab 4.

Uji chi square (kai kuadrat) adalah uji statistik untuk mengetahui apakah dua variabel kategorik saling berhubungan, misalnya apakah jenis kelamin berhubungan dengan pilihan metode pembayaran, atau apakah tingkat pendidikan berhubungan dengan kepatuhan. Di SPSS uji ini dijalankan lewat menu Crosstabs, dan outputnya memuat beberapa baris statistik yang sering membuat bingung: Pearson Chi-Square, Continuity Correction, Likelihood Ratio, Fisher's Exact Test, sampai Linear-by-Linear Association.

Artikel ini membahas kapan chi square tepat dipakai, langkah Crosstabs lengkap dengan opsi yang perlu dicentang, baris mana yang dibaca, apa yang harus dilakukan bila syarat expected count tidak terpenuhi, cara melaporkan kekuatan hubungan dengan Cramer's V, dan contoh kalimat untuk Bab 4. Semua angka adalah contoh.

Kapan uji chi square dipakai

Hipotesisnya: H0 menyatakan tidak ada hubungan (kedua variabel independen), H1 menyatakan ada hubungan. Bila variabel Anda berupa skor interval seperti nilai ujian, chi square bukan pilihan yang tepat. Gunakan uji beda atau korelasi.

Ada juga chi square goodness of fit untuk satu variabel (apakah proporsi kategori sesuai harapan), dijalankan lewat Analyze, Nonparametric Tests, Legacy Dialogs, Chi-square. Artikel ini fokus pada uji independensi dua variabel yang jauh lebih sering dipakai di skripsi.

Langkah uji chi square di SPSS (Crosstabs)

  1. Pastikan kedua variabel sudah berkode angka dengan Value Labels (misalnya 1 = Laki-laki, 2 = Perempuan) dan Measure diatur Nominal.
  2. Buka Analyze, Descriptive Statistics, Crosstabs.
  3. Masukkan satu variabel ke Row(s) dan satu lagi ke Column(s). Kebiasaan yang rapi: variabel yang diduga memengaruhi di baris, variabel hasil di kolom.
  4. Klik Statistics, centang Chi-square, lalu Phi and Cramer's V (kekuatan hubungan). Centang Contingency coefficient bila pedoman kampus memintanya. Continue.
  5. Klik Cells, centang Observed dan Expected, serta Row percentages (atau Column, sesuai arah yang ingin dibaca). Continue.
  6. Klik OK.

Cara membaca output

Tabel Crosstabulation

Tabel ini menampilkan Count (frekuensi nyata), Expected Count (frekuensi yang diharapkan bila tidak ada hubungan), dan persentase. Bandingkan Count dengan Expected Count: sel yang jauh berbeda adalah sumber hubungan. Persentase baris memudahkan kalimat seperti "72% responden perempuan memilih A, sedangkan hanya 41% responden laki-laki".

Tabel Chi-Square Tests

Syarat expected count

Aturan yang paling sering dikutip (Cochran): tidak lebih dari 20% sel dengan expected count di bawah 5, dan tidak ada sel dengan expected count di bawah 1. Bila dilanggar, pilih salah satu:

Kekuatan hubungan: Phi dan Cramer's V

Signifikan belum tentu kuat. Tabel Symmetric Measures menampilkan Phi (untuk 2x2) dan Cramer's V (untuk tabel lebih besar). Acuan yang umum dipakai untuk Cramer's V dengan derajat bebas terkecil 1: 0,10 lemah, 0,30 sedang, 0,50 kuat. Untuk tabel lebih besar ambangnya lebih rendah, jadi sebutkan ukuran tabel saat menafsirkan.

Chi square goodness of fit untuk satu variabel

Kadang pertanyaan penelitiannya hanya satu variabel: apakah proporsi responden yang memilih A, B, dan C berbeda dari proporsi yang diharapkan (misalnya sama rata). Langkahnya: Analyze, Nonparametric Tests, Legacy Dialogs, Chi-square, masukkan variabel ke Test Variable List. Pada Expected Values, biarkan All categories equal bila harapannya sama rata, atau isi nilai per kategori bila harapannya mengikuti proporsi tertentu, misalnya data populasi. Baca tabel Test Statistics: Chi-Square, df, dan Asymp. Sig. Di bawah 0,05 berarti proporsi yang diamati berbeda signifikan dari yang diharapkan.

Menyajikan tabel kontingensi di skripsi

Tabel Crosstabs dari SPSS terlalu padat untuk langsung dimasukkan ke Bab 4. Susun ulang di Word dengan format berikut: baris berisi kategori variabel pertama, kolom berisi kategori variabel kedua, tiap sel berisi frekuensi dan persentase baris dalam kurung, lalu satu baris total. Di bawah tabel, tulis satu baris ringkasan uji: nilai chi square, df, p, dan Cramer's V. Dengan begitu penguji melihat data dan hasil uji dalam satu pandangan.

Contoh susunan (angka contoh):

Jenis kelaminVideoTeksAudioTotal
Laki-laki21 (35,0%)29 (48,3%)10 (16,7%)60 (100%)
Perempuan35 (58,3%)18 (30,0%)7 (11,7%)60 (100%)
Total56 (46,7%)47 (39,2%)17 (14,2%)120 (100%)

Baris keterangan di bawah tabel: chi square = 9,842; df = 2; p = 0,007; Cramer's V = 0,286.

Alternatif gratis: chi square di Jamovi dan JASP

Bila Anda tidak punya lisensi SPSS, Jamovi dan JASP menjalankan uji yang sama. Di Jamovi: Analyses, Frequencies, Independent Samples (chi square test of association), masukkan Rows dan Columns, centang chi square, Fisher's exact test, Phi and Cramer's V, serta Expected counts dan Row percentages di bagian Cells. Hasilnya tampil langsung di panel kanan dan bisa disalin sebagai gambar ke Word. Di JASP: Frequencies, Contingency Tables dengan opsi yang serupa dan tabel berformat APA. Angka yang dihasilkan identik dengan SPSS, jadi pembimbing tidak perlu khawatir. Cukup sebutkan nama dan versi perangkat lunak yang dipakai di Bab 3, misalnya "analisis dilakukan dengan Jamovi versi 2.x", dan lampirkan tangkapan layar output bila diminta. Panduan pemasangan dan menu dasarnya ada di panduan Jamovi untuk skripsi.

Contoh pembacaan dan kalimat Bab 4

Misalkan (angka contoh) tabel 2x3 antara jenis kelamin dan preferensi media belajar, N = 120, Pearson Chi-Square = 9,842, df = 2, Asymp. Sig. = 0,007, 0 sel dengan expected count di bawah 5, Cramer's V = 0,286.

"Hasil uji chi square menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan preferensi media belajar, chi square (2, N = 120) = 9,842, p = 0,007. Seluruh sel memenuhi syarat expected count minimal 5. Nilai Cramer's V sebesar 0,286 menunjukkan kekuatan hubungan yang lemah sampai sedang. Berdasarkan persentase baris, responden perempuan lebih banyak memilih video (58,3%) dibandingkan responden laki-laki (35,0%)."

Bila tidak signifikan: "Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara X dan Y, chi square (1, N = 80) = 1,204, p = 0,273, sehingga H0 tidak dapat ditolak."

Kesalahan umum

KesalahanPerbaikan
Memasukkan skor rata-rata ke chi squareChi square butuh frekuensi per kategori
Mengabaikan catatan kaki expected countCek persentase sel di bawah 5 sebelum membaca Sig.
Menyimpulkan "berpengaruh" dari chi squareChi square menunjukkan hubungan, bukan arah sebab-akibat
Tidak melaporkan kekuatan hubunganSertakan Phi atau Cramer's V
Kategori terlalu banyak dengan sampel kecilGabungkan kategori secara teoretis
Satu responden muncul di lebih dari satu sel (jawaban ganda)Pisahkan analisis per pilihan atau gunakan Multiple Response

Checklist

Chi square sering dipakai di skripsi kesehatan masyarakat, keperawatan, dan pendidikan dengan desain kuantitatif deskriptif atau survei. Bila variabel terikat Anda biner dan Anda ingin mengontrol beberapa variabel sekaligus, lanjutkan ke regresi logistik biner. Pola penulisan hasil secara umum ada di cara menulis Bab 4 dari output SPSS.

Kalau ingin didampingi, saya membuka bimbingan SPSS via Zoom Rp25.000 per sesi. Anda yang menjalankan Crosstabs di layar sendiri, saya memandu memilih baris yang tepat, menangani expected count, dan menyusun kalimat Bab 4. Konsultasi awal gratis lewat WhatsApp.

Video tutorial terkait

Tonton langkahnya langsung di layar. Video dimuat dari YouTube hanya saat Anda menekan tombol putar.

Lihat semua video tutorial · Channel YouTube Skriptas Store

Pertanyaan yang sering diajukan

Uji chi square dipakai untuk data apa?

Untuk dua variabel kategorik (nominal, atau ordinal yang diperlakukan sebagai kategori), misalnya jenis kelamin dengan pilihan produk. Datanya berupa frekuensi atau jumlah responden per sel, bukan rata-rata.

Apa syarat expected count dalam chi square?

Umumnya tidak lebih dari 20% sel yang punya expected count di bawah 5 dan tidak ada sel dengan expected count di bawah 1. SPSS menuliskan persentasenya di catatan kaki tabel Chi-Square Tests.

Kapan memakai Fisher's Exact Test?

Pada tabel 2x2 bila syarat expected count tidak terpenuhi atau sampel kecil. SPSS menampilkannya otomatis untuk tabel 2x2.

Chi square signifikan, apakah berarti ada pengaruh?

Chi square hanya menunjukkan adanya hubungan atau ketergantungan antar kategori, bukan arah pengaruh sebab-akibat. Gunakan Cramer's V untuk kekuatan hubungannya.

Bolehkah chi square untuk data skala Likert?

Bisa bila jawaban diperlakukan sebagai kategori, tetapi informasi urutan hilang. Untuk Likert, korelasi Spearman atau Mann-Whitney biasanya lebih informatif.