Skala Likert: Cara Menghitung Skor, Interval, dan Persentase untuk Skripsi
Skala Likert untuk skripsi: pilihan 1-4, 1-5, atau 1-7, ordinal atau interval, cara menghitung skor total, persentase, interval kelas, tabel interpretasi.
Skala Likert adalah skala yang hampir pasti Anda temui saat menyusun kuesioner skripsi: responden membaca pernyataan, lalu memilih dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Yang sering membingungkan justru tahap setelah data terkumpul. Berapa skor tiap jawaban, bagaimana menjumlahkannya, bagaimana menghitung persentase, dan dari mana angka interval seperti 1,00 sampai 1,80 itu berasal.
Artikel ini menjelaskan skala Likert dari dasar sampai perhitungan yang dipakai di Bab 4: memilih jumlah pilihan jawaban, perdebatan ordinal atau interval, penskoran pernyataan positif dan negatif, skor total dan rata-rata, persentase skor aktual terhadap skor ideal, rumus interval kelas, serta tabel interpretasi yang bisa Anda pakai. Semua contoh angka ditandai sebagai contoh.
Apa itu skala Likert
Skala Likert diperkenalkan oleh Rensis Likert pada 1932 sebagai teknik mengukur sikap. Menurut Sugiyono, skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator, lalu indikator dijadikan titik tolak untuk menyusun butir pernyataan.
Satu hal yang perlu dibedakan sejak awal: butir Likert adalah satu pernyataan dengan lima pilihan jawaban, sedangkan skala Likert adalah kumpulan beberapa butir yang mengukur satu variabel. Skor yang dianalisis di skripsi biasanya adalah skor skala, yaitu jumlah atau rata-rata dari semua butir dalam satu variabel.
Memilih jumlah pilihan jawaban: 1-4, 1-5, atau 1-7
Skala Likert 1-5 adalah yang paling umum: sangat tidak setuju (1), tidak setuju (2), netral atau ragu-ragu (3), setuju (4), sangat setuju (5). Skala 1-4 menghilangkan pilihan netral sehingga responden harus memihak; ini dipilih bila peneliti khawatir responden Indonesia cenderung memilih tengah. Skala 1-7 memberi gradasi lebih halus dan sering dipakai pada instrumen adaptasi dari jurnal internasional.
Tidak ada pilihan yang mutlak benar. Pegang tiga prinsip: pakai jumlah pilihan yang sama untuk semua butir dalam satu variabel, ikuti jumlah pilihan instrumen aslinya bila Anda mengadaptasi skala yang sudah baku, dan tulis alasan pilihan Anda di Bab 3. Menyebut "skala Likert 1-5 menurut Sugiyono" sudah lazim diterima, asalkan dikutip dengan benar.
Ordinal atau interval: perdebatan yang perlu Anda pahami
Secara ketat, jawaban satu butir Likert adalah data ordinal: jarak antara setuju dan sangat setuju belum tentu sama dengan jarak antara netral dan setuju. Namun dalam praktik penelitian sosial, skor total atau rata-rata dari banyak butir lazim diperlakukan sebagai data interval, sehingga bisa dihitung rata-ratanya dan dianalisis dengan korelasi Pearson atau regresi. Pendekatan ini diterima di sebagian besar program studi.
Sebagian kampus, terutama di bidang ekonomi dan manajemen, meminta data ordinal diubah ke interval dengan Method of Successive Interval (MSI) sebelum regresi. MSI biasanya dijalankan dengan add-in Excel. Kalau pedoman kampus Anda memintanya, lakukan; kalau tidak, menjelaskan bahwa skor komposit diperlakukan sebagai interval sudah cukup. Tanyakan ke pembimbing sebelum mengolah data, bukan sesudahnya.
Penskoran pernyataan positif dan negatif
Kuesioner yang baik memuat pernyataan positif (favorable) dan negatif (unfavorable). Skornya berlawanan arah, supaya skor tinggi selalu berarti tingkat variabel yang tinggi.
| Pilihan jawaban | Skor pernyataan positif | Skor pernyataan negatif |
|---|---|---|
| Sangat setuju (SS) | 5 | 1 |
| Setuju (S) | 4 | 2 |
| Netral (N) | 3 | 3 |
| Tidak setuju (TS) | 2 | 4 |
| Sangat tidak setuju (STS) | 1 | 5 |
Saat input data, masukkan semua jawaban dengan skor positif dulu, lalu balik butir negatif di SPSS lewat Transform, Recode into Different Variables (1 menjadi 5, 2 menjadi 4, dan seterusnya), atau di Excel dengan rumus =6-B2 untuk skala 1-5. Lupa membalik butir negatif adalah penyebab paling umum nilai Cronbach's Alpha yang rendah.
Menghitung skor total dan rata-rata per variabel
Setelah semua butir satu variabel valid dan arahnya benar, hitung skor per responden:
- Skor total = jumlah skor semua butir. Di Excel:
=SUM(B2:K2). Di SPSS: Compute Variable denganSUM(X1_1 TO X1_10). - Skor rata-rata = skor total dibagi jumlah butir. Di Excel:
=AVERAGE(B2:K2). Di SPSS:MEAN(X1_1 TO X1_10).
Skor total dipakai untuk uji validitas, kategorisasi, dan regresi. Skor rata-rata lebih enak dibaca untuk deskripsi karena tetap berada pada rentang 1 sampai 5, berapa pun jumlah butirnya. Pilih salah satu untuk deskripsi dan konsisten di seluruh Bab 4.
Menghitung persentase skor
Persentase dipakai untuk menjawab pertanyaan seperti "seberapa tinggi tingkat kepuasan responden" dalam satu angka. Rumusnya:
Persentase = skor aktual / skor ideal × 100%
- Skor aktual = jumlah seluruh skor jawaban responden pada variabel atau indikator itu.
- Skor ideal = jumlah responden × jumlah butir × skor tertinggi.
Contoh: 100 responden, 10 butir, skala 1-5. Skor ideal = 100 × 10 × 5 = 5.000. Bila jumlah seluruh jawaban (skor aktual) 3.850, persentasenya = 3.850 / 5.000 × 100% = 77%. Persentase per butir dihitung dengan cara yang sama, dengan skor ideal 100 × 1 × 5 = 500.
Rumus interval kelas untuk interpretasi
Agar angka 77% atau rata-rata 3,85 punya makna, Anda perlu tabel interpretasi. Batasnya dibuat dengan rumus interval kelas:
Interval = (nilai tertinggi - nilai terendah) / jumlah kelas
Interpretasi rata-rata skor (skala 1-5, lima kelas)
Interval = (5 - 1) / 5 = 0,80.
| Rata-rata skor | Kategori (contoh) |
|---|---|
| 1,00 sampai 1,80 | Sangat rendah / sangat tidak baik |
| 1,81 sampai 2,60 | Rendah / tidak baik |
| 2,61 sampai 3,40 | Sedang / cukup |
| 3,41 sampai 4,20 | Tinggi / baik |
| 4,21 sampai 5,00 | Sangat tinggi / sangat baik |
Interpretasi persentase (skala 1-5, lima kelas)
Persentase terendah yang mungkin bukan 0%, melainkan 20% (semua menjawab 1). Jadi interval = (100% - 20%) / 5 = 16%.
| Persentase | Kategori (contoh) |
|---|---|
| 20,00% sampai 36,00% | Sangat rendah |
| 36,01% sampai 52,00% | Rendah |
| 52,01% sampai 68,00% | Sedang |
| 68,01% sampai 84,00% | Tinggi |
| 84,01% sampai 100% | Sangat tinggi |
Banyak skripsi memakai pembagian 0 sampai 100% menjadi lima bagian 20% (0 sampai 20%, 21 sampai 40%, dan seterusnya). Itu juga diterima, tetapi secara logika rentang 20% ke atas lebih tepat untuk skala 1-5. Apa pun pilihannya, tulis rumusnya di Bab 3 dan pakai tiga atau lima kelas secara konsisten. Nama kategori disesuaikan dengan variabel: baik dan tidak baik untuk kualitas layanan, tinggi dan rendah untuk motivasi.
Menyajikan per indikator di Bab 4
Pembaca Bab 4 ingin tahu indikator mana yang paling kuat dan paling lemah. Sajikan tabel per variabel yang memuat indikator, rata-rata skor atau persentase, dan kategori. Contoh (angka contoh):
| Indikator kualitas layanan | Rata-rata | Persentase | Kategori |
|---|---|---|---|
| Keandalan | 4,05 | 81,0% | Tinggi |
| Daya tanggap | 3,62 | 72,4% | Tinggi |
| Empati | 3,28 | 65,6% | Sedang |
| Rata-rata variabel | 3,65 | 73,0% | Tinggi |
Contoh kalimat: "Variabel kualitas layanan memperoleh rata-rata skor 3,65 (73,0%) dan berada pada kategori tinggi. Indikator keandalan memiliki rata-rata tertinggi (4,05), sedangkan indikator empati terendah (3,28) dan berada pada kategori sedang." Bahasan tentang mengapa empati rendah masuk ke bagian pembahasan, bukan bagian deskripsi.
Hubungannya dengan uji validitas dan reliabilitas
Semua perhitungan di atas hanya bermakna bila butirnya valid dan reliabel. Uji validitas membandingkan korelasi butir dengan skor total terhadap r tabel, dan uji reliabilitas memakai Cronbach's Alpha. Butir yang gugur dikeluarkan sebelum skor total, persentase, dan kategori dihitung ulang. Panduan lengkapnya ada di artikel uji validitas dan reliabilitas di SPSS.
Kesalahan yang sering terjadi
| Kesalahan | Perbaikan |
|---|---|
| Butir negatif tidak dibalik skornya | Recode sebelum menghitung skor total dan reliabilitas |
| Jumlah pilihan jawaban berbeda antarbutir dalam satu variabel | Samakan skala sejak kuesioner disusun |
| Interval kelas dibuat tanpa rumus, misalnya 1 sampai 2 rendah, 2 sampai 3 sedang (batas tumpang tindih) | Gunakan rumus interval dan batas yang tidak tumpang tindih |
| Persentase dihitung dari 0% padahal skala mulai dari 1 | Gunakan batas bawah 20% untuk skala 1-5, atau jelaskan konvensi yang dipakai |
| Menghitung rata-rata dari butir yang sudah gugur | Hitung ulang setelah uji validitas |
| Memakai kategori Likert sebagai variabel dalam regresi | Regresi memakai skor total atau rata-rata, bukan kategori |
Checklist
- Jumlah pilihan jawaban sama untuk semua butir dan dijelaskan di Bab 3.
- Status data (ordinal diperlakukan interval, atau MSI) sudah disepakati dengan pembimbing.
- Butir negatif sudah dibalik.
- Skor total, rata-rata, dan persentase dihitung dari butir yang valid saja.
- Rumus interval dan tabel kategori tertulis di Bab 3 dan dipakai konsisten di Bab 4.
Kalau data Likert Anda sudah terkumpul tetapi tabel persentase, kategori, dan uji instrumen belum menyatu menjadi Bab 4 yang runtut, Skriptas menyediakan bimbingan olah data via Zoom mulai Rp25.000 per sesi, Anda yang mengoperasikan SPSS atau Excel dan saya memandu langkahnya. Kalau kuesionernya belum disebar, baca dulu cara membuat kuesioner Google Form dan cara input data kuesioner ke SPSS. Untuk pengelompokan berbasis mean dan simpangan baku, lihat kategorisasi skor Azwar. Konsultasi awal gratis lewat WhatsApp.
Video tutorial terkait
Tonton langkahnya langsung di layar. Video dimuat dari YouTube hanya saat Anda menekan tombol putar.
Analisis Deskriptif Skala Likert di Excel: Rata-rata Skor dan Kategori Interval untuk Bab 4
Tutorial analisis deskriptif kuesioner skala Likert di Excel: rumus interval kelas (5-1)/5 = 0,8 dan batas lima kategori, rata-rata setiap pertanyaan dengan AVERAGE, kategori otomatis…
Pertanyaan yang sering diajukan
Skala Likert itu apa?
Skala Likert adalah skala pengukuran sikap, pendapat, atau persepsi yang meminta responden menyatakan tingkat kesetujuan terhadap sejumlah pernyataan, biasanya dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju, lalu jawabannya diberi skor.
Skala Likert 1-4 atau 1-5, mana yang lebih baik?
Keduanya dipakai luas. Skala 1-5 adalah standar yang paling diterima dan menyediakan pilihan netral. Skala 1-4 memaksa responden memihak dan dipakai bila peneliti khawatir banyak jawaban netral. Pilih satu, jelaskan alasannya, dan pakai konsisten.
Skala Likert termasuk data ordinal atau interval?
Skor tiap butir bersifat ordinal. Skor total atau rata-rata dari banyak butir lazim diperlakukan sebagai data interval dalam praktik penelitian sosial, sehingga bisa dianalisis dengan statistik parametrik. Sebagian kampus meminta transformasi MSI lebih dulu, jadi ikuti pedoman kampus.
Bagaimana rumus interval skala Likert?
Interval = (nilai tertinggi - nilai terendah) / jumlah kelas. Untuk rata-rata skor 1 sampai 5 dengan lima kelas, intervalnya 0,8, sehingga 1,00-1,80 sangat rendah sampai 4,21-5,00 sangat tinggi.
Bagaimana menghitung persentase skor Likert?
Persentase = skor aktual / skor ideal x 100%. Skor ideal = jumlah responden x jumlah butir x skor tertinggi. Contoh 100 responden, 10 butir, skala 5: skor ideal 5.000; skor aktual 3.850 berarti 77%.