Cara Membuat Nomor Halaman Berbeda Posisi di Word (Bawah Tengah dan Kanan Atas)
Langkah membuat nomor halaman berbeda posisi di Word: halaman pertama bab di bawah tengah, halaman lain di kanan atas, romawi lalu arab, dalam satu file.
Hampir semua pedoman skripsi meminta hal yang sama: bagian awal bernomor romawi, isi bernomor arab, nomor pada halaman pertama bab diletakkan di bawah tengah, dan halaman lainnya di kanan atas. Membuat nomor halaman berbeda posisi di Word sebenarnya tidak sulit, tetapi Word tidak menyediakan satu tombol untuk itu. Anda harus memahami satu konsep: section.
Artikel ini memandu langkah demi langkah dari dokumen kosong hingga seluruh bab bernomor benar dalam satu file, lalu menutup dengan tabel perbaikan untuk masalah yang paling sering muncul: nomor loncat, nomor kembali ke 1, dan nomor yang hilang di halaman pertama bab. Semua menu ditulis dalam bahasa Inggris sesuai tampilan Word.
Konsep dasar: section, header, footer, dan Different First Page
Word menyimpan pengaturan nomor halaman di header dan footer, dan header serta footer dimiliki oleh section. Satu dokumen baru hanya punya satu section, sehingga semua halaman mengikuti satu aturan. Begitu Anda menyisipkan Section Break, Word membuat bagian baru yang boleh punya format nomor, posisi nomor, orientasi, bahkan margin sendiri.
Ada tiga pengaturan yang akan sering Anda sentuh.
- Link to Previous: bila aktif, header atau footer section ini menyalin section sebelumnya. Matikan hanya di batas yang formatnya berubah.
- Different First Page: memberi halaman pertama section header dan footer yang terpisah. Inilah yang membuat nomor halaman pertama bab bisa di bawah tengah sementara halaman lain di kanan atas.
- Format Page Numbers: mengatur jenis angka (i, ii, iii atau 1, 2, 3) dan apakah nomor melanjutkan section sebelumnya atau mulai dari angka tertentu.
Sebelum mulai, tampilkan tanda format dengan menekan Ctrl+Shift+8 supaya section break terlihat. Anda juga bisa membuka View > Draft, di mana section break tampil sebagai garis ganda bertuliskan Section Break (Next Page).
Langkah 1: pisahkan bagian awal (romawi) dan BAB I (arab)
- Letakkan kursor di akhir teks pada halaman terakhir bagian awal, biasanya daftar gambar, daftar lampiran, atau abstrak.
- Buka Layout > Breaks, lalu pilih Next Page di kelompok Section Breaks. Judul BAB I sekarang berada di section 2.
- Klik dua kali area footer pada halaman BAB I. Tab Header & Footer terbuka. Klik Link to Previous sampai tidak aktif. Label "Same as Previous" di tepi footer hilang.
- Naik ke header halaman yang sama dan matikan Link to Previous juga. Header dan footer diatur terpisah, jadi keduanya perlu dilepas.
- Masih di section 2, klik Page Number > Format Page Numbers. Pilih Number format 1, 2, 3, pilih Start at, isi 1, lalu OK.
- Pindah ke footer section 1 (bagian awal), buka Format Page Numbers, pilih i, ii, iii, dan Start at i.
Jika sampul tidak boleh menampilkan nomor, centang Different First Page pada section 1 dan biarkan footer halaman pertamanya kosong. Halaman sampul tetap dihitung sebagai i, sehingga halaman berikutnya otomatis ii.
Langkah 2: nomor halaman pertama bab di bawah tengah, lainnya di kanan atas
- Klik dua kali footer pada halaman pertama BAB I. Di tab Header & Footer, centang Different First Page. Nomor yang tadi ada mungkin hilang, itu normal karena halaman pertama kini punya footer sendiri yang masih kosong.
- Dengan kursor di First Page Footer, klik Page Number > Bottom of Page > Plain Number 2 (posisi tengah). Pastikan fontnya sama dengan isi, misalnya Times New Roman 12.
- Gulir ke halaman kedua BAB I, klik dua kali header. Kursor berada di Header biasa (bukan First Page Header). Klik Page Number > Top of Page > Plain Number 3 (posisi kanan).
- Periksa First Page Header dan footer biasa. Keduanya harus kosong supaya nomor tidak muncul dua kali di halaman yang sama.
- Tutup header dan footer dengan menekan Esc atau klik Close Header and Footer.
Sekarang BAB I sudah benar. Halaman pertama bernomor di bawah tengah, halaman kedua dan seterusnya di kanan atas.
Mengatur jarak nomor dari tepi kertas
Sebagian pedoman menyebut jarak nomor halaman, misalnya 1,5 cm dari tepi atas atau 2 cm dari tepi bawah. Pengaturannya ada di Layout > Margins > Custom Margins, tab Layout, pada kotak Header (jarak header dari tepi atas) dan Footer (jarak footer dari tepi bawah). Isi sesuai pedoman dan terapkan ke Whole document supaya seragam. Angka ini tidak mengubah margin teks, hanya posisi header dan footer. Kalau nomor tampak menempel ke teks isi, periksa kembali apakah margin atas atau bawah lebih kecil dari jarak header atau footer ditambah tinggi satu baris.
Langkah 3: ulangi untuk BAB II sampai lampiran dengan cara cepat
Different First Page berlaku per section. Supaya halaman pertama BAB II juga bernomor di bawah tengah, BAB II harus menjadi section sendiri.
- Letakkan kursor tepat sebelum judul "BAB II". Hapus Page Break manual kalau ada.
- Sisipkan Layout > Breaks > Next Page.
- Jangan matikan Link to Previous. Section baru mewarisi pengaturan section sebelumnya, termasuk Different First Page, footer tengah untuk halaman pertama, dan header kanan untuk halaman lain. Karena tetap terhubung, Anda tidak perlu mengatur ulang apa pun.
- Buka Format Page Numbers pada section baru dan pastikan terpilih Continue from previous section, bukan Start at 1.
- Ulangi untuk BAB III, IV, V, daftar pustaka, dan lampiran.
Kalau Anda memakai style Heading 1 dengan opsi Page break before, hapus centang itu dulu supaya tidak muncul halaman kosong di antara section break dan judul bab. Section break Next Page sudah memindahkan bab ke halaman baru.
Variasi aturan kampus dan cara menanganinya
Semua nomor di kanan atas, termasuk halaman pertama bab
Lebih sederhana. Tidak perlu Different First Page. Cukup pisahkan bagian awal dan isi, lalu sisipkan nomor di header kanan satu kali pada section isi.
Semua nomor di bawah tengah
Sama seperti di atas, tetapi nomor disisipkan di footer tengah. Different First Page tidak diperlukan kecuali untuk menyembunyikan nomor di sampul.
Halaman pertama bab tanpa nomor
Aktifkan Different First Page dan biarkan First Page Footer kosong. Nomor tetap dihitung, hanya tidak dicetak.
Lampiran bernomor lanjutan atau bernomor sendiri
Sebagian pedoman meminta lampiran melanjutkan nomor bab terakhir, sebagian meminta tanpa nomor atau dengan format L-1, L-2. Untuk format khusus, buat section baru, matikan Link to Previous, lalu ketik "L-" di depan field nomor halaman di footer.
Masalah yang paling sering muncul dan perbaikannya
| Gejala | Penyebab | Perbaikan |
|---|---|---|
| Nomor halaman BAB II mulai dari 1 lagi | Format Page Numbers section itu diisi Start at 1 | Buka Format Page Numbers, pilih Continue from previous section |
| Nomor loncat, misalnya 12 lalu 14 | Ada halaman kosong tersembunyi atau section break ganda | Tampilkan tanda format (Ctrl+Shift+8), hapus break yang berlebih |
| Nomor hilang di halaman pertama bab | Different First Page aktif tetapi First Page Footer kosong | Klik footer halaman pertama, sisipkan Page Number > Bottom of Page |
| Nomor muncul dua kali di satu halaman | Header dan footer sama-sama berisi nomor pada halaman yang sama | Hapus salah satunya; pastikan First Page Header kosong |
| Mengubah nomor di BAB I ikut mengubah bagian awal | Link to Previous masih aktif di batas section | Matikan Link to Previous di header dan footer BAB I |
| Nomor romawi berubah jadi arab setelah di-update | Format Page Numbers section 1 belum diatur | Atur Number format i, ii, iii pada section 1 |
| Muncul halaman kosong sebelum judul bab | Section break Next Page bertemu Page Break atau opsi Page break before | Hapus salah satu pemicunya |
| Nomor di halaman landscape berpindah posisi | Header dan footer ikut berputar | Lihat panduan halaman landscape di bawah |
Untuk halaman yang diputar menjadi landscape, misalnya tabel lebar, nomor halaman butuh penanganan terpisah. Caranya ada di artikel cara membuat satu halaman landscape tanpa merusak nomor halaman.
Checklist nomor halaman sebelum dikumpulkan
- Tanda format diaktifkan dan setiap bab dimulai dengan Section Break (Next Page), bukan Page Break.
- Link to Previous mati hanya di batas bagian awal dan BAB I.
- Section 1 berformat i, ii, iii; section BAB I berformat 1, 2, 3 dengan Start at 1; section berikutnya Continue from previous section.
- Different First Page aktif di setiap section bab, nomor halaman pertama di bawah tengah, halaman lain di kanan atas.
- Font nomor halaman sama dengan isi.
- Daftar isi di-update setelah semua nomor benar, lalu dicek ulang di PDF.
Kalau sudah mencoba dan nomornya masih berantakan, biasanya ada section break tersisa dari file lama atau dokumen hasil gabungan beberapa file. Membersihkannya lebih cepat kalau dilakukan oleh orang yang terbiasa. Saya menyediakan jasa merapikan format skripsi mulai Rp35.000 per dokumen, termasuk nomor halaman, daftar isi, daftar tabel, dan heading sesuai pedoman kampus. Pelajari juga aturan format skripsi yang paling umum dan cara membuat daftar isi otomatis supaya seluruh dokumen konsisten.
Video tutorial terkait
Tonton langkahnya langsung di layar. Video dimuat dari YouTube hanya saat Anda menekan tombol putar.
Cara Membuat Nomor Halaman Skripsi Romawi dan Angka di Word (Beda Posisi, Otomatis)
Cara membuat nomor halaman skripsi di Microsoft Word: halaman depan angka romawi (i, ii, iii), BAB I mulai dari angka 1, nomor di bawah tengah pada halaman pertama tiap bab dan di kanan…
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa nomor halaman bab saya mulai dari 1 lagi?
Karena pada section itu Format Page Numbers diisi Start at 1. Buka Format Page Numbers dan pilih Continue from previous section.
Apa bedanya Page Break dan Section Break?
Page Break hanya memindahkan teks ke halaman baru. Section Break membuat bagian baru yang bisa punya header, footer, format nomor, orientasi, dan margin sendiri. Nomor halaman berbeda hanya bisa dibuat dengan Section Break.
Haruskah setiap bab jadi section sendiri?
Ya, kalau pedoman meminta nomor halaman pertama bab di bawah tengah dan halaman lain di kanan atas. Different First Page berlaku per section, jadi tiap bab butuh section sendiri.
Kapan Link to Previous harus dimatikan?
Hanya pada batas yang formatnya berubah, misalnya antara bagian awal (romawi) dan BAB I (arab). Antar bab biarkan tetap terhubung supaya pengaturannya seragam.
Bagaimana cara melihat letak section break?
Tekan Ctrl+Shift+8 untuk menampilkan tanda format, atau buka View > Draft. Section break tampak sebagai garis putus ganda bertuliskan Section Break (Next Page).